fbpx
EnglishBahasa Indonesia
AL KAHFI DAN KOREK YANG HILANG UNTUK KE-260 KALI

Pernahkah Anda kehilangan kunci, pulpen, jarum pentul, atau korek api? Saya berani menggaransi bahwa Anda pernah mengalaminya lebih dari satu kali. Kawan saya selaku perokok aktif-definitif-masif, mengaku telah kehilangan lebih dari 20 korek api setiap tahunnya. Itu artinya, lebih dari 260 korek api telah raib dari genggamannya selama 13 tahun karir merokoknya.

Tapi, apakah mungkin korek tersebut benar-benar lenyap tak bersisa? Apakah mungkin jutaan bahkan milyaran korek yang hilang tersebut tiba-tiba terurai menjadi wujud lain dalam sekejap mata?

Ponsel saya bergetar di meja. Salah seorang kawan membagikan informasi tentang fadilah membaca surat Al Kahfi di hari Jum’at melalui grup WA. Di antara pesan yang cukup panjang tersebut, kata-kata yang paling dijadikan sorotan adalah:

“Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum’at.”
_____________________
(HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Imam Ibnu Hajar Al-‘Asqalani menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al Kahfi)

Kiriman Menarik Lainnya:  7 Startup Inovatif Ini, Siap Majukan Pendidikan Indonesia!

Cahaya? Apakah jika kita membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, kita akan senantiasa dibekali senter hingga Jum’at selanjutnya?

Demi menghentikan imajinasi saya bergerak semakin liar dan tak terduga, segera saya mengetik ‘Fungsi dan Manfaat Cahaya Bagi Manusia’ di aplikasi browser saya.

Dan, muncullah puluhan fungsi dan manfaat cahaya bagi manusia. Yang itu artinya, betapa besar fadilah yang dilimpahkan Allah SWT kepada kita. Namun, di antara puluhan fungsi cahaya yang tersaji akurat, saya begitu tertarik dengan fakta bahwa berkat cahayalah kita bisa melihat.

Ya. Melihat. Itulah fungsi vital cahaya yang sangat jelas, sederhana, dan nyata kita rasakan setiap harinya. Dalam penjelasan yang lebih panjang diterangkan bahwa, bukan hanya karena seperangkat mata kita yang membuat kita bisa melihat benda. Tapi kontribusi cahaya dalam memantulkan benda ke pupil kita lah yang menjadi kuncinya. Itulah kenapa, ketika berada di ruangan yang gelap, kita tidak bisa melihat apa-apa. Padahal, bendanya ada dan kita memiliki alatnya: mata.

Kiriman Menarik Lainnya:  Keren! Gerakan Ini Mengajak Lebih dari 19.000 Pelajar Bersama-Sama Menulis Buku

Jadi, Al Kahfi adalah cahaya yang dapat membuat kita melihat apapun yang ingin kita lihat. Seperti halnya korek kita yang seolah lenyap tak bersisa, pada dasarnya, kehilangan kita, ketidaktahuan kita, bukan disebabkan oleh ketiadaan. Akan tetapi, ketidakmampuan kita untuk melihatnya.

Kita sebenarnya memiliki rezeki.
Kita sebenarnya memiliki jodoh.
Kita sebenarnya memiliki tujuan.
Dan kita sebenarnya memiliki solusi dari setiap permasalahan.

Tapi kita hanya tidak atau belum mampu melihatnya. Karena kita, tidak atau belum disinari cahaya-Nya.

Jadi, apakah Anda sedang kehilangan harapan, jawaban, solusi pemecahan, atau sekadar korek api?
Selamat menemukannya di antara baris surat Al-Kahfi.
Dan jangan tunggu sampai ke yang 260 kali.

Lenang Manggala
Founder www.gmb-indonesia.com

*CATATAN: Tulisan ini hanya diniatkan untuk berbagi inspirasi. Tidak ada maksud melakukan penfasiran terhadap hadist. Allah SWT Mahabenar.

PROGRAM NYALANESIA

PROGRAM NYALANESIA

GSMB NASIONAL

Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) adalah sebuah program pengembangan literasi sekolah, yang memfasilitasi seluruh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat untuk dapat menerbitkan buku berISBN, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional dengan total hadiah jutaan rupiah.

BANPELIS

Program BANPELIS (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Sekolah) adalah sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi sekolah-sekolah untuk mengembangkan program literasinya selama 3 tahun kemitraan.

BANPELIP

Program Banpelip (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Pendidik) adalah sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi para pendidik Indonesia untuk mengembangkan karir dan kompetensi berliterasinya selama 1 tahun ke depan.

AKADEMISI MENULIS BUKU

Akademisi Menulis Buku (AMB) adalah sebuah program pengembangan literasi yang memfasilitasi akademisi Indonesia di dalam Ekosistem Nyalanesia untuk berkarya dan menerbitkan buku ber-ISBN, serta berkesempatan mendapatkan penghargaan dengan total hadiah puluhan juta rupiah.

PROGRAM NYALANESIA

GSMB NASIONAL

Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) adalah sebuah program pengembangan literasi sekolah, yang memfasilitasi seluruh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat untuk dapat menerbitkan buku berISBN, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional dengan total hadiah jutaan rupiah.

BANPELIS

Program BANPELIS (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Sekolah) adalah sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi sekolah-sekolah untuk mengembangkan program literasinya selama 3 tahun kemitraan.

BANPELIP

Program Banpelip (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Pendidik) adalah sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi para pendidik Indonesia untuk mengembangkan karir dan kompetensi berliterasinya selama 1 tahun ke depan.

AKADEMISI MENULIS BUKU

Akademisi Menulis Buku (AMB) adalah sebuah program pengembangan literasi yang memfasilitasi akademisi Indonesia di dalam Ekosistem Nyalanesia untuk berkarya dan menerbitkan buku ber-ISBN, serta berkesempatan mendapatkan penghargaan dengan total hadiah puluhan juta rupiah.

EKOSISTEM
NYALANESIA

Artikel
Terkait

Melestarikan Budaya Lewat Giat Literasi dan Seni Tari

Mengenal #SosokPenyala Dwi Anugrah (Penulis dan Guru SMK Wiyasa Magelang) Melestarikan Budaya lewat Giat Literasi dan Seni Tari Aktif dan Konsisten dalam Berkarya Selain berprofesi sebagai Guru Seni Budaya, Dwi Anugrah juga aktif sebagai penulis dan pegiat seni tari. Beberapa tahun terakhir Dwi Anugrah aktif

Dekap

Tidak seberapa terang, ketika tarikan asap kehidupan berasumsi pada vibrasi senayan malam itu. Bayangan demi bayangan lewat dengan kertas bertuliskan “beli” ditenteng penuh gaya seakan ibu bapaknya pemilik seribu hektar tanah negara. Segerombol bapak di samping, demam membicarakan zaman. Berbicara perihal tidur dan pinggir jalan,

Literasi Menjadi Terapi di Masa Pandemi

Oleh: AW Priatmojo (Penulis, Co-founder Nyalanesia) Film Freedom Writers (2007) garapan Richard LaGravenese, mungkin bisa menjadi salah satu bukti betapa besar peranan pendidik dan literasi bagi pembangunan karakter siswa-siswinya. Film ini diangkat dari kisah nyata seorang guru bernama Erin Gruwell yang mengajar di suatu sekolah,

TRANSLATE?

EnglishBahasa Indonesia

TRANSLATE?

EnglishBahasa Indonesia
EnglishBahasa Indonesia