fbpx
EnglishBahasa Indonesia
CALEG WAJIB MAGANG

Saya merasa ada yang begitu janggal, lucu, dan kurang optimal, dalam proses pencalonan legislatif atau bahkan kepala daerah yang ada di Indonesia. Sampai akhirnya perasaan itu begitu mengganggu saya, dan catatan ini mau tidak mau harus saya cipta.

Betapa janggal, lucu dan tidak optimal?

Anak sekolah dan mahasiswa yang mau lulus, harus melewati serentetan ujian akademis dan ujian praktik di lapangan. Untuk lulus, kami, diwajibkan untuk magang, PPL, KKN, hingga penelitian yang mengharuskan kami terjun ke lapangan. Kami ‘dipaksa’ berbakti. Kami ‘dipaksa’ menguji gagasan dan kompetensi kami. Padahal, kami ini kan cuma sedang belajar, dan belum menerima tanggung jawab besar.

Apakah itu salah? Tentu saja tidak. Itu bagus, bahkan sangat bagus. Yang kemudian seolah menjadi salah adalah, kami yang cuma belajar harus dituntut dan diuji, tetapi para Caleg yang akan membawa tanggung jawab besar seolah sama sekali tak dituntut dan tak diuji.

Seorang Legislatif kan digaji untuk mewakili kami, membuat kehidupan berbangsa ini menjadi lebih baik dari hari ke hari. Tapi bagaimana bisa, kalau latihan aja belum, diuji aja belum, tiba-tiba dapat mandat dan mengaku mewakili suara bangsa?

Seperti kami, mereka harusnya magang. Ya. Magang. Selama jadi Bacaleg, mereka harusnya magang dulu dengan berbakti dan berkontribusi di salah satu Dapilnya nanti. Diuji dulu kemampuannya dalam merancang program dan inisiatifnya, sesuai Komisi yang kelak ditempatinya. 3-6 bulan, atau bahkan setahun. Nanti yang menilai siapa? Tentu salah satunya adalah unsur rakyat yang akan diwakilinya. Dengan begitu, para Caleg yang ada di kertas pemilihan, sudah pasti yang terbukti punya kontribusi dan dapat mewakili aspirasi. Kalau tanpa ada magang atau semacam uji kompetensi, pemilu dan demokrasi hanya akan jadi ajang lucu-lucuan kali.

Kiriman Menarik Lainnya:  Kebahagiaan dalam Membaca dan Menulis

Betapa tidak? Di setiap ruas jalan, kami dihadapkan pada jutaan baliho dan bendera yang dipasang oleh para Caleg, yang sejujurnya, masyoritas sama sekali tak kami kenali. Gimana kami mau milih yang terbaik, la wong rekam jejak dan kontribusinya selama ini saja kami tak tahu? Ditambah lagi, semuanya mengaku antikorupsi, amanah, dan bisa mewakili aspirasi kami. Bagaimana caranya kami memilih?

Mengapa para Caleg saya rasa wajib magang?

Paling tidak ada 5 hal baik yang bisa kita dapatkan.

Pertama, dengan adanya program magang, para Bacaleg yang mencalonkan diri hanya untuk tujuan jabatan dan uang, otomatis akan berpikir ulang. Mereka akan sadar kalau mereka tidak akan mampu untuk lolos seleksi magang. Dengan begitu, pekerjaan rumah untuk membuang DPR-DPR tak berkompeten dan mata duitan, telah kita selesaikan setengahnya.

Kedua. Mendorong manusia-manusia terbaik Indonesia untuk mencalonkan diri, bahkan dicalonkan oleh para petinggi partai. Dengan sistem seleksi magang, mau tidak mau, kalau sebuah partai ingin mendapat jatah kursi, mereka akan memutar otak dalam melakukan recruitment dan pembinaan kadernya. Orang-orang lama yang tak lagi berkompeten, akhirnya, terpaksa diistirahatkan dari kancah perebutan kekuasaan. Bukankah ini kabar baik untuk masa depan bangsa kita?

Ketiga, hasilnya bisa langsung dirasakan. Bayangkan, ada puluhan ribu Bacaleg yang magang dengan tugas memberikan kontribusi untuk dapilnya. Betapa setiap 5 tahun sekali, Indonesia akan begitu bahagia mendapatkan ribuan bahkan jutaan tangan yang siap berusaha memperbaiki negeri ini. Tanpa menunggu para Bacaleg tersebut jadi, masyarakat sudah merasakan manfaatnya sekarang ini.

Keempat, menekan atau mengoptimalkan biaya kampanye. Kalau seleksi magang ini dilakukan, coba bayangkan, betapa milyaran atau bahkan triliunan biaya cetak baliho, spanduk hingga bendera yang selama ini dikeluarkan, berubah wujud menjadi program-program yang bermanfaat secara nyata bagi masyarakat kita. Para Caleg yang lolos seleski, tidak perlu banyak-banyak pasang bendera atau memberikan amplop demi capaian suara mereka. Kerja nyata mereka selama magang, adalah kartu nama terbaik yang dapat dengan mudah memenangkan mereka.

Kiriman Menarik Lainnya:  GIVE AWAY BUKU "ANDY NOYA: KISAH HIDUPKU"

Dan terakhir, jika seleksi magang ini berani diterapkan di negeri ini, kita, akan bersama-sama, membuat sistem dan budaya demokrasi yang membahagiakan Indonesia. Kita akan memiliki para Caleg yang berkompeten dalam bidangnya. Kita akan memiliki rakyat yang cerdas dalam memilih wakilnya. Dan kita, akan memiliki rakyat dan Caleg yang mempunyai kedekatan dan kebersatuan yang luar biasa, melalui masa-masa magang yang penuh cerita. Pada para Caleg yang lolos magang dan terpilih sebagai DPR, kita akan merasa optimis dengan keterwakilan suara kita. Sedang pada para Caleg yang lolos magang dan tak terpilih sebagai DPR, kita akan mengenangnya dengan bangga sebagai seseorang yang pernah berjasa bagi Indonesia. Betapa hal ini akan sangat luar biasa?

Tapi sayangnya, mungkin aspirasi ini tidak akan pernah terealiasasi. Kecuali, kita punya anggota-anggota DPR yang benar-benar menginginkan kemajuan negeri ini. Bukan kemajuan perut mereka sendiri.

Pada akhirnya, itulah aspirasi saya. Banyak salahnya, tapi saya siap untuk memperbaikinya bersama. Aspirasi ini saya titipkan pada PSI, meski pada PSI, saya sama sekali tak memiliki afiliasi. PSI adalah sebuah partai baru yang sepertinya berkenan mendengarkan ide-ide baru, dan mewakili suara-suara kaum muda seperti saya dan kamu. Kepada PSI, saya titipkan aspirasi ini. Semoga sampai. Semoga terealisasi.

Catatan: Jika kamu setuju dengan gagasan ini, bantu share tulisan ini. Barangkali sampai. Barangkali bisa terealisasi. Karena saya percaya, kita, sebagai kesatuan rakyat Indonesia, memiliki kekuatan gotong royong yang tidak bisa disepelekan begitu saja.

#CalegWajibMagang #NitipAspirasiKePSI

Lenang Manggala
Founder GMB-Indonesia

PROGRAM NYALANESIA

PROGRAM NYALANESIA

GSMB NASIONAL

Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) adalah sebuah program pengembangan literasi sekolah, yang memfasilitasi seluruh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat untuk dapat menerbitkan buku berISBN, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional dengan total hadiah jutaan rupiah.

BANPELIS

Program BANPELIS (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Sekolah) adalah sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi sekolah-sekolah untuk mengembangkan program literasinya selama 3 tahun kemitraan.

BANPELIP

Program Banpelip (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Pendidik) adalah sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi para pendidik Indonesia untuk mengembangkan karir dan kompetensi berliterasinya selama 1 tahun ke depan.

AKADEMISI MENULIS BUKU

Akademisi Menulis Buku (AMB) adalah sebuah program pengembangan literasi yang memfasilitasi akademisi Indonesia di dalam Ekosistem Nyalanesia untuk berkarya dan menerbitkan buku ber-ISBN, serta berkesempatan mendapatkan penghargaan dengan total hadiah puluhan juta rupiah.

PROGRAM NYALANESIA

GSMB NASIONAL

Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) adalah sebuah program pengembangan literasi sekolah, yang memfasilitasi seluruh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat untuk dapat menerbitkan buku berISBN, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional dengan total hadiah jutaan rupiah.

BANPELIS

Program BANPELIS (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Sekolah) adalah sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi sekolah-sekolah untuk mengembangkan program literasinya selama 3 tahun kemitraan.

BANPELIP

Program Banpelip (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Pendidik) adalah sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi para pendidik Indonesia untuk mengembangkan karir dan kompetensi berliterasinya selama 1 tahun ke depan.

AKADEMISI MENULIS BUKU

Akademisi Menulis Buku (AMB) adalah sebuah program pengembangan literasi yang memfasilitasi akademisi Indonesia di dalam Ekosistem Nyalanesia untuk berkarya dan menerbitkan buku ber-ISBN, serta berkesempatan mendapatkan penghargaan dengan total hadiah puluhan juta rupiah.

EKOSISTEM
NYALANESIA

Artikel
Terkait

Selamat datang di Media: Nyalanesia

Rumah Apresiasi dan jurnal digital pengembangan literasi dan pendidikan yang dibentuk oleh Nyalanesia.Adapun tujuan dibentuknya Media dari Nyalanesia ini adalah: Mewujudkan rujukan aktual bidang pendidikan, literasi, dan sastra Indonesia. Menciptakan interaksi dalam bentuk apresiasi karya tulis program Nyalanesia. Mewujudkan ekosistem baca dan tulis bagi siapa

Kriteria Penulisan Media: Nyalanesia

Aksara Karya Kontributor dapat mengirimkan karya dengan tema “yang ditentukan”  berbahasa Indonesia Karya untuk setiap rubrik memiliki batas jumlah kata dan halaman masing-masing, yaitu:  Puisi dan pantun: 1 judul, maksimal 1.000 kata Cerpen: 1 judul, 600-1.500 kata Artikel: 1 judul, 600-1.500 kata Karya tidak mengandung

Ikutilah Webinar Nasional Pengembangan Literasi Nasional

GRATIS via YouTube Streaming Peran akademisi dalam pengembangan literasi di sekolah adalah kunci keberhasilan. Sehingga diperlukan wawasan yang luas dan kreativitas yang tinggi sebagai bagian penting dalam langkah nyata mewujudkan literasi sekolah yang berkembang dan berkelanjutan. Nyalanesia mempersembahkan Webinar Pengembangan Literasi Nasional yang diselenggarakan pada:Hari,

TRANSLATE?

EnglishBahasa Indonesia

TRANSLATE?

EnglishBahasa Indonesia
EnglishBahasa Indonesia