Didi Kempot dan Kenangan

Tanggal

PROGRAM NYALANESIA

PROGRAM
NYALANESIA

1. GSMB NASIONAL

Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) adalah sebuah program pengembangan literasi sekolah, yang memfasilitasi seluruh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat untuk dapat menerbitkan buku berISBN, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional dengan total hadiah jutaan rupiah.

2. SPL Nasional 2021

Sosialisator Program Literasi Nasional (SPL Nasional) adalah penggerak literasi nasional yang dibentuk, dilatih dan dikembangkan oleh Tim GMB-Indonesia

3. BANPELIP

Program BANPELIP berfokus untuk mendorong peningkatan kompetensi berliterasi melalui serangkaian program pelatihan dan sertifikasi, sekaligus mendorong produktivitas dan publikasi karya dengan fasilitas penerbitan buku selama 3 tahun.

sumber foto: mediaindonesia.com

Awal tahun 2020, mungkin memang terasa “ambyar” bagi sebagian besar dari kita. Pandemi covid-19, sekolah diliburkan, banyak perusahaan berhenti operasi, PHK karyawan, usaha tutup, dan sebagainya. Tapi Didi Kempot, menolak untuk terpuruk dan mengutuk keadaan ini. Beberapa waktu lalu, sebelum meninggal, ia sempat ikut dalam acara penggalangan donasi untuk masyarakat terdampak covid-19 dan berhasil mengumpulkan donasi Rp 7,6 miliar.

Kiriman Menarik Lainnya:  Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Hari ini, 5 Mei 2020, Didi Kempot telah berpulang ke pangkuan Tuhan. Kabar yang tentu membuat penggemarnya kian “ambyar.” Mungkin bagi Almarhum, kenangan bisa ditemukan di mana saja, mulai dari Terminal Tirtonadi, Stasiun Balapan, Pantai Klayar, Parangtritis, hingga Gunung Purba Nglanggeran. Tapi bagi “Sobat Ambyar,” kenangan tentang Didi Kempot dan lagu-lagunya juga abadi dalam hati dan ingatan.

Kiriman Menarik Lainnya:  FESTIVAL LITERASI GERAKAN MENULIS BUKU INDONESIA

Pada akhirnya, ia menyadarkan semua penggemarnya, bahwa tahap paling akhir mencintai adalah merelakan.

“Umpamane kowe uwis mulyo, lilo aku lilo…”

Selamat jalan, Bapak Patah Hati.

Lagu terakhir yang diciptakannya berjudul “Ojo Mudik.” Kini, ia telah “mudik” dengan tenang ke haribaan-Nya.

____________

Oleh: AW Priatmojo, Co-founder GMB-Indonesia

Artikel
Terkait

GIVE AWAY BUKU “ANDY NOYA: KISAH HIDUPKU”

MENULIS KESAN MENJADI PENGGERAK LITERASI DAPATKAN 10 BUKU KARYA ANDY NOYA UNTUK 10 PENULIS TERPILIH Ketentuan dan alur mengikuti: Peserta adalah Penggerak Literasi (SPL Nasional dan Penggerak Literasi Daerah 2021) 2. Tulisan berisi mengenai kesan terpilih menjadi Penggerak Literasi, kesan bertemu dengan Andy Noya dan

Selengkapnya »

Literasi Menjadi Terapi di Masa Pandemi

Oleh: AW Priatmojo (Penulis, Co-founder GMB-Indonesia) Film Freedom Writers (2007) garapan Richard LaGravenese, mungkin bisa menjadi salah satu bukti betapa besar peranan pendidik dan literasi bagi pembangunan karakter siswa-siswinya. Film ini diangkat dari kisah nyata seorang guru bernama Erin Gruwell yang mengajar di suatu sekolah,

Selengkapnya »

Ikutilah Webinar Nasional Pengembangan Literasi Nasional

GRATIS via YouTube Streaming Peran akademisi dalam pengembangan literasi di sekolah adalah kunci keberhasilan. Sehingga diperlukan wawasan yang luas dan kreativitas yang tinggi sebagai bagian penting dalam langkah nyata mewujudkan literasi sekolah yang berkembang dan berkelanjutan. Nyalanesia mempersembahkan Webinar Pengembangan Literasi Nasional yang diselenggarakan pada:Hari,

Selengkapnya »