Harapan dan Literasi

Tanggal

PROGRAM NYALANESIA

PROGRAM
NYALANESIA

1. GSMB NASIONAL

Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) adalah sebuah program pengembangan literasi sekolah, yang memfasilitasi seluruh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat untuk dapat menerbitkan buku berISBN, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional dengan total hadiah jutaan rupiah.

2. SPL Nasional 2021

Sosialisator Program Literasi Nasional (SPL Nasional) adalah penggerak literasi nasional yang dibentuk, dilatih dan dikembangkan oleh Tim GMB-Indonesia

3. BANPELIP

Program BANPELIP berfokus untuk mendorong peningkatan kompetensi berliterasi melalui serangkaian program pelatihan dan sertifikasi, sekaligus mendorong produktivitas dan publikasi karya dengan fasilitas penerbitan buku selama 3 tahun.

Literasi – Gemini Mursela Putri merupakan seorang Sosialisator Program Literasi Nasional (SPL Nasional) angkatan 2019, dari daerah Dharmasraya. Selain menjalani aktivitas bersama GMB-Indonesia di Festival Literasi Dharmasraya, ia juga sedang merintis bisnis di bidang fashion dan kuliner.

Membicarakan mengenai dunia literasi, banyak faktor yang membuatnya tertarik menggeluti dunia tersebut. Salah satu faktornya adalah ketika ia membuat skripsi, banyak sekali mahasiswa/i yang mengeluh susahnya mencari ide atau judul dalam membuat skripsi. Kenapa demikian? Menurutnya, hal tersebut karena minimnya minat baca dan tulis. Minat baca dan tulis ini seharusnya bukan sejak kuliah, melainkan sejak dini.

“Oleh sebab itu, saya sangat setuju dan mendukung, serta ingin ikut serta dalam program GMB-Indonesia,” imbuh wanita yang kerap disapa Putri ini.

Kiriman Menarik Lainnya:  PNS, THR, DAN 3 HAL YANG MUNGKIN KITA LUPAKAN

Hal terbesar yang menggerakkannya menjadi SPL Nasional, yaitu ingin setiap orang tua bangga terhadap anaknya yang gemar akan budaya menulis dan membaca hingga dapat menerbitkan karyanya

“Karena karya akan tetap abadi dan dikenang sampai akhir hayat,” imbuhnya

Kalau membahas budaya literasi, di Indonesia khususnya di Dharmasraya, budaya literasi masih jauh dari harapan. Menurutnya, saat ini kita baru memberi peluang, yang mana peluang itu belum tentu mereka terima matang-matang.

“Tugas kita masih banyak, mata kita masih harus jeli dalam melihat, telinga kita masih harus peka dalam mendengar, dan otak kita masih harus tajam dalam menganalisa,” imbuhnya.

Kiriman Menarik Lainnya:  Didi Kempot dan Kenangan

Solusi yang paling solutif menurutnya adalah dengan pendekatan tentang kebermanfaatan literasi, karena ini kerja yang amat susah, butuh kesabaran dan ketekunan. Karena edukasi tidak hanya ke siswa, guru, kepala sekolah ataupun dengan instansi. Akan tetapi menurut Putri, juga dengan orang tua, yang kita tahu, tidak semua orang tua melek akan ilmu pengetahuan.

“Harapan saya untuk budaya literasi negara kita, dengan cara semua harus yakin tanpa ada ragu bahwasanya kita Indonesia pasti mampu menciptakan generasi muda bangsa yang melek akan kemajuan, ilmu pengetahuan, dan literasi.” pungkas Putri.

Artikel
Terkait

Daftar Pustaka: Tata Cara Penulisan

DAFTAR PUSTAKA-Dalam penulisan suatu karya ilmiah, kita dituntut untuk menyajikan informasi dengan disertai sumber yang benar. Tuntutan menyajikan informasi dengan sumber yang benar itulah yang membuat penulisan daftar pustaka dibutuhkan bahkan diwajibkan. Nah, dalam kiriman ini, akan dibahas tentang cara menulis sumber kutipan dan daftar

Selengkapnya »

Literasi Menjadi Terapi di Masa Pandemi

Oleh: AW Priatmojo (Penulis, Co-founder GMB-Indonesia) Film Freedom Writers (2007) garapan Richard LaGravenese, mungkin bisa menjadi salah satu bukti betapa besar peranan pendidik dan literasi bagi pembangunan karakter siswa-siswinya. Film ini diangkat dari kisah nyata seorang guru bernama Erin Gruwell yang mengajar di suatu sekolah,

Selengkapnya »