fbpx
EnglishBahasa Indonesia
Inilah Indikator Literasi Digital di Sekolah

Disarikan dari Buku Materi Pendukung Literasi Digital dari Gerakan Literasi Nasional, Kemendikbud RI.

Literasi Digital merupakan salah satu dari enam literasi dasar yang perlu dikuasai, dan masuk dalam program Gerakan Literasi Nasional (GLN) dari Kemendikbud RI. Literasi digital penting untuk dikuasai karena seperti tertulis dalam buku “Materi Pendukung Literasi Digital” dari GLN, literasi digital akan menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif. Dan, berikut adalah Indikator Literasi Digital di Sekolah, diambil dari buku “Materi Pendukung Literasi Digital” dari GLN:

Indikator Literasi Digital

A. Indikator Literasi Digital di Sekolah

1. Basis Kelas

a. Jumlah pelatihan literasi digital yang diikuti oleh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan;

b. Intensitas penerapan dan pemanfaatan literasi digital dalam kegiatan pembelajaran; dan

c. Tingkat pemahaman kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan siswa dalam menggunakan media digital dan internet.

2. Basis Budaya Sekolah

Kiriman Menarik Lainnya:  7 Startup Inovatif Ini, Siap Majukan Pendidikan Indonesia!

a. Jumlah dan variasi bahan bacaan dan alat peraga berbasis digital;

b. Frekuensi peminjaman buku bertema digital;

c. Jumlah kegiatan di sekolah yang memanfaatkan teknologi dan informasi;

d. Jumlah kebijakan sekolah tentang penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan sekolah;

e. Tingkat pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi dan komunikasi dalam hal layanan sekolah (misalnya, rapor-e, pengelolaan keuangan, dapodik, pemanfaatan data siswa, profil sekolah, dsb.);

f. Jumlah penyajian informasi sekolah dengan menggunakan media digital atau situs laman (website);

Seperti yang tertulis dalam buku “Materi Pendukung Literasi Digital” tersebut, salah satu indikator Literasi Digital di sekolah adalah jumlah penyajian informasi sekolah dengan menggunakan media digital atau situs laman (website).

Atas dasar itu, maka Nyalanesia berupaya untuk memfasilitasi sekolah mitra yang mengikuti program-programnya untuk dapat mengembangkan literasi di sekolah masing-masing, salah satunya dalam hal literasi digital. Nyalanesia melalui program Pengembangan dan Pembinaan Literasi Sekolah (BANPELIS) memberikan fasilitas pembuatan dan pengelolaan Website Literasi Sekolah.

Kiriman Menarik Lainnya:  Workshop Penulisan, Penerbitan Buku, dan Pengembangan Literasi Sekolah

Website Literasi ini selain juga menjadi salah satu indikator literasi digital yang ada di sekolah, juga dapat menjadi kanal bagi publikasi karya, prestasi, kegiatan, dan program-program literasi di sekolah.

Melalui program BANPELIS, sekolah yang menjadi Mitra Program akan mendapatkan fasilitas pendampingan, penerbitan buku, serta pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk seluruh siswa dan guru. Mengusung semangat berkompetisi, berbagi, dan menginspirasi, melalui program ini, sekolah-sekolah mitra akan mendapatkan fasilitas-fasilitas di antaranya: pelatihan terpadu yang mendorong peningkatan pengetahuan, motivasi dan kompetensi; berbagai sertifikat dan piagam untuk setiap keikutsertaan workshop, event serta buku yang telah terbit; mendapat pendampingan pengembangan program-program literasi tepat guna untuk diterapkan pada masing-masing sekolahnya; Pembuatan dan Pengelolaan Website Literasi Sekolah; dan berbagai fasilitas lainnya.

Cek info lengkap BANPELIS hanya di: www.banpelis.id

PROGRAM NYALANESIA

PROGRAM NYALANESIA

GSMB NASIONAL

Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) adalah sebuah program pengembangan literasi sekolah, yang memfasilitasi seluruh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat untuk dapat menerbitkan buku berISBN, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional dengan total hadiah jutaan rupiah.

BANPELIS

Program BANPELIS (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Sekolah) adalah sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi sekolah-sekolah untuk mengembangkan program literasinya selama 3 tahun kemitraan.

BANPELIP

Program Banpelip (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Pendidik) adalah sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi para pendidik Indonesia untuk mengembangkan karir dan kompetensi berliterasinya selama 1 tahun ke depan.

AKADEMISI MENULIS BUKU

Akademisi Menulis Buku (AMB) adalah sebuah program pengembangan literasi yang memfasilitasi akademisi Indonesia di dalam Ekosistem Nyalanesia untuk berkarya dan menerbitkan buku ber-ISBN, serta berkesempatan mendapatkan penghargaan dengan total hadiah puluhan juta rupiah.

PROGRAM NYALANESIA

GSMB NASIONAL

Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) adalah sebuah program pengembangan literasi sekolah, yang memfasilitasi seluruh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat untuk dapat menerbitkan buku berISBN, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional dengan total hadiah jutaan rupiah.

BANPELIS

Program BANPELIS (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Sekolah) adalah sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi sekolah-sekolah untuk mengembangkan program literasinya selama 3 tahun kemitraan.

BANPELIP

Program Banpelip (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Pendidik) adalah sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi para pendidik Indonesia untuk mengembangkan karir dan kompetensi berliterasinya selama 1 tahun ke depan.

AKADEMISI MENULIS BUKU

Akademisi Menulis Buku (AMB) adalah sebuah program pengembangan literasi yang memfasilitasi akademisi Indonesia di dalam Ekosistem Nyalanesia untuk berkarya dan menerbitkan buku ber-ISBN, serta berkesempatan mendapatkan penghargaan dengan total hadiah puluhan juta rupiah.

EKOSISTEM
NYALANESIA

Artikel
Terkait

Kriteria Penulisan Media: Nyalanesia

Aksara Karya Kontributor dapat mengirimkan karya dengan tema “yang ditentukan”  berbahasa Indonesia Karya untuk setiap rubrik memiliki batas jumlah kata dan halaman masing-masing, yaitu:  Puisi dan pantun: 1 judul, maksimal 1.000 kata Cerpen: 1 judul, 600-1.500 kata Artikel: 1 judul, 600-1.500 kata Karya tidak mengandung

Dekap

Tidak seberapa terang, ketika tarikan asap kehidupan berasumsi pada vibrasi senayan malam itu. Bayangan demi bayangan lewat dengan kertas bertuliskan “beli” ditenteng penuh gaya seakan ibu bapaknya pemilik seribu hektar tanah negara. Segerombol bapak di samping, demam membicarakan zaman. Berbicara perihal tidur dan pinggir jalan,

Selamat datang di Media: Nyalanesia

Rumah Apresiasi dan jurnal digital pengembangan literasi dan pendidikan yang dibentuk oleh Nyalanesia.Adapun tujuan dibentuknya Media dari Nyalanesia ini adalah: Mewujudkan rujukan aktual bidang pendidikan, literasi, dan sastra Indonesia. Menciptakan interaksi dalam bentuk apresiasi karya tulis program Nyalanesia. Mewujudkan ekosistem baca dan tulis bagi siapa

TRANSLATE?

EnglishBahasa Indonesia

TRANSLATE?

EnglishBahasa Indonesia
EnglishBahasa Indonesia