INILAH INDIKATOR LITERASI DIGITAL DI SEKOLAH
Search
Close this search box.
Inilah Indikator Literasi Digital di Sekolah

Disarikan dari Buku Materi Pendukung Literasi Digital dari Gerakan Literasi Nasional, Kemendikbud RI.

Literasi Digital merupakan salah satu dari enam literasi dasar yang perlu dikuasai, dan masuk dalam program Gerakan Literasi Nasional (GLN) dari Kemendikbud RI. Literasi digital penting untuk dikuasai karena seperti tertulis dalam buku “Materi Pendukung Literasi Digital” dari GLN, literasi digital akan menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif. Dan, berikut adalah Indikator Literasi Digital di Sekolah, diambil dari buku “Materi Pendukung Literasi Digital” dari GLN:

Indikator Literasi Digital

A. Indikator Literasi Digital di Sekolah

1. Basis Kelas

a. Jumlah pelatihan literasi digital yang diikuti oleh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan;

b. Intensitas penerapan dan pemanfaatan literasi digital dalam kegiatan pembelajaran; dan

c. Tingkat pemahaman kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan siswa dalam menggunakan media digital dan internet.

2. Basis Budaya Sekolah

Kiriman Menarik Lainnya:  BUKU SETEBAL 11.300 HALAMAN, MENJADI KADO TERINDAH UNTUK INDONESIA DI HARI KEMERDEKAAN

a. Jumlah dan variasi bahan bacaan dan alat peraga berbasis digital;

b. Frekuensi peminjaman buku bertema digital;

c. Jumlah kegiatan di sekolah yang memanfaatkan teknologi dan informasi;

d. Jumlah kebijakan sekolah tentang penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan sekolah;

e. Tingkat pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi dan komunikasi dalam hal layanan sekolah (misalnya, rapor-e, pengelolaan keuangan, dapodik, pemanfaatan data siswa, profil sekolah, dsb.);

f. Jumlah penyajian informasi sekolah dengan menggunakan media digital atau situs laman (website);

Seperti yang tertulis dalam buku “Materi Pendukung Literasi Digital” tersebut, salah satu indikator Literasi Digital di sekolah adalah jumlah penyajian informasi sekolah dengan menggunakan media digital atau situs laman (website).

Atas dasar itu, maka Nyalanesia berupaya untuk memfasilitasi sekolah mitra yang mengikuti program-programnya untuk dapat mengembangkan literasi di sekolah masing-masing, salah satunya dalam hal literasi digital. Nyalanesia melalui program Pengembangan dan Pembinaan Literasi Sekolah (BANPELIS) memberikan fasilitas pembuatan dan pengelolaan Website Literasi Sekolah.

Kiriman Menarik Lainnya:  RANGKAIAN ACARA SAYEMBARA LITERASI SE-SOLORAYA

Website Literasi ini selain juga menjadi salah satu indikator literasi digital yang ada di sekolah, juga dapat menjadi kanal bagi publikasi karya, prestasi, kegiatan, dan program-program literasi di sekolah.

Melalui program BANPELIS, sekolah yang menjadi Mitra Program akan mendapatkan fasilitas pendampingan, penerbitan buku, serta pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk seluruh siswa dan guru. Mengusung semangat berkompetisi, berbagi, dan menginspirasi, melalui program ini, sekolah-sekolah mitra akan mendapatkan fasilitas-fasilitas di antaranya: pelatihan terpadu yang mendorong peningkatan pengetahuan, motivasi dan kompetensi; berbagai sertifikat dan piagam untuk setiap keikutsertaan workshop, event serta buku yang telah terbit; mendapat pendampingan pengembangan program-program literasi tepat guna untuk diterapkan pada masing-masing sekolahnya; Pembuatan dan Pengelolaan Website Literasi Sekolah; dan berbagai fasilitas lainnya.

Cek info lengkap BANPELIS hanya di: www.banpelis.id

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
SEKOLAH LITERASI NASIONAL

Sekolah Literasi Nasional adalah program yang memfasilitasi sekolah secara utuh untuk menciptakan transformasi literasi dan pendidikan berkemerdekaan. Seluruh siswa dan guru, selama 1 tahun penuh akan didampingi untuk meningkatkan kompetensi, prestasi dan melahirkan output berupa karya, sertifikasi, dan proyek-proyek berdampak.

Program ini dirancang khusus agar sekolah dapat dengan mudah dan optimal dalam mengimplementasikan program 6 Literasi Dasar GLS, serta implementasi Project Based Learning dan Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka.

GSMB NASIONAL

Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) adalah sebuah program pengembangan literasi sekolah terpadu, yang memfasilitasi seluruh siswa dan guru jenjang SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK untuk berkarya dan menerbitkan buku, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional dengan total hadiah ratusan juta rupiah. Program ini telah terselenggara 7 tahun dan telah diikuti ribuan sekolah dari 35 provinsi di Indonesia.

SERTIFIKASI BNSP

Sertifikasi BNSP Selamat datang di laman Sertifikasi BNSP yang dipersembahkan oleh Nyalanesia. Bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dengan praktisi trainer/instruktur dan asesor resmi bersertifikasi BNSP.

Sertifikat BNSP adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bukti bahwa Bapak/Ibu telah memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan untuk suatu profesi.

TEACHER MASTERCLASS

Teacher Masterclass adalah program workshop intensif nasional untuk guru dan dosen guna meningkatkan kualitas diri, melalui 4 kelas eksklusif yakni Kelas Inovasi, Kelas Pemikiran, Kelas Literasi dan Kelas Transformasi, dengan konsep kegiatan edutainment yang berbasis praktik dan output karya.

NEXTGEN TEACHER ACADEMY


NextGen Teacher Academy adalah program Online Bootcamp interaktif selama 30 hari yang didesain secara khusus untuk para guru dan dosen di Indonesia. Dengan metode pelatihan yang mengedepankan pendampingan intensif, berbasis keahlian praktis dan memiliki output berupa karya nyata, program ini didedikasikan untuk melahirkan generasi baru para pendidik masa depan yang kreatif, sejahtera dan mampu memberikan dampak berkelanjutan.

Berbekal sumber daya mentor yang profesional dan hangat, 3 kelas berdampak yang bersertifikat, fleksibilitas pembelajaran, dan dukungan program berupa konsultasi, praktik, evaluasi dan komunitas berkualitas, seluruh peserta mendapat garansi 30 Hari Jadi Ahli, atau uang kembali.

Artikel
Terkait

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x