fbpx
EnglishBahasa Indonesia
JOKOWI-PRABOWO BERPELUKAN—Pesta Olahraga: Memeluk Indonesia!

Nelson Mandela pernah mengatakan bahwa olahraga memiliki kekuatan untuk mengubah dunia. Olahraga memiliki kekuatan untuk menginspirasi, memiliki kekuatan untuk menyatukan bangsa dengan cara yang tidak bisa dilakukan yang lain. Di Indonesia, hal itu bisa kita lihat pada momen yang kemarin terjadi, ketika atlet silat Indonesia, Hanifan Yudani Kusumah, mampu membuat Jokowi-Prabowo berpelukan.

Di tengah suasana politik yang memanas menjelang pemilihan presiden tahun depan, momen itu seakan menjadi angin semilir di tengah padang pasir. Narasi-narasi negatif yang banyak bertebaran belakangan ini seketika tersingkir dengan berita sejuk momen berpelukannya dua tokoh bangsa ini.

Momen tersebut seakan menyentil para pendukung dari kedua kubu yang terus berseteru, dan melawan pihak-pihak tak bertanggung jawab yang ingin memecah belah bangsa Indonesia. Momen tersebut juga bisa menjadi pendidikan karakter terbaik bagi para pelajar, generasi muda kita.

Kiriman Menarik Lainnya:  PENGUMUMAN! INILAH DAFTAR 3 BESAR LOMBA FOTO LITERASI!

Pesta olahraga Asian Games ternyata mampu menyadarkan kita bahwa bangsa ini lahir dari semangat persatuan berbagai suku, agama, ras, dan golongan. Kita mengingat Sumpah Pemuda, mengingat berbagai organisasi yang lahir atas dasar semangat persatuan, dan kita mengingat berbagai pertempuran merebut kemerdekaan yang diperjuangkan seluruh rakyat Indonesia. Pada Asian Games ini, ketika para atlet berjuang mengharumkan nama bangsa, kita juga bersatu mendukung pahlawan-pahlawan kita itu. Kita menyingkirkan segala perbedaan suku, ras, agama, bahkan pandangan politik, untuk berdiri berdampingan di tribun penonton, atau duduk bersama di depan televisi dan mendukung perjuangan atlet-atlet Indonesia.

Kiriman Menarik Lainnya:  Daftar Pustaka: Tata Cara Penulisan

Dan momen berpelukan dua tokoh bangsa, Jokowi dan Prabowo, menjadi puncak dari perayaan semangat persatuan Indonesia.

Semangat berkompetisi di Asian Games ternyata dapat menyatukan kita, bangsa Indonesia. Dan bukan tidak mungkin, semangat kompetisi di pemilihan presiden tahun depan juga akan sama, dapat menjaga semangat persatuan Indonesia.

Jika kita bersatu, kita bisa melakukan apa saja. Maka mari kita bersama-sama memeluk rasa persatuan dalam diri kita, bagi Indonesia!

Oleh: A. W. Priatmojo

Aktif di organisasi Gerakan Menulis Buku Indonesia

“Kalau ada persatuan semua bisa kita kerjakan. Jangankan rumah, gunung dan laut bisa kita pindahkan.”

― Pramoedya Ananta Toer, dalam novel Sekali Peristiwa di Banten Selatan

PROGRAM NYALANESIA

PROGRAM NYALANESIA

GSMB NASIONAL

Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) adalah sebuah program pengembangan literasi sekolah, yang memfasilitasi seluruh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat untuk dapat menerbitkan buku berISBN, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional dengan total hadiah jutaan rupiah.

BANPELIS

Program BANPELIS (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Sekolah) adalah sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi sekolah-sekolah untuk mengembangkan program literasinya selama 3 tahun kemitraan.

BANPELIP

Program Banpelip (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Pendidik) adalah sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi para pendidik Indonesia untuk mengembangkan karir dan kompetensi berliterasinya selama 1 tahun ke depan.

AKADEMISI MENULIS BUKU

Akademisi Menulis Buku (AMB) adalah sebuah program pengembangan literasi yang memfasilitasi akademisi Indonesia di dalam Ekosistem Nyalanesia untuk berkarya dan menerbitkan buku ber-ISBN, serta berkesempatan mendapatkan penghargaan dengan total hadiah puluhan juta rupiah.

PROGRAM NYALANESIA

GSMB NASIONAL

Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) adalah sebuah program pengembangan literasi sekolah, yang memfasilitasi seluruh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat untuk dapat menerbitkan buku berISBN, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional dengan total hadiah jutaan rupiah.

BANPELIS

Program BANPELIS (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Sekolah) adalah sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi sekolah-sekolah untuk mengembangkan program literasinya selama 3 tahun kemitraan.

BANPELIP

Program Banpelip (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Pendidik) adalah sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi para pendidik Indonesia untuk mengembangkan karir dan kompetensi berliterasinya selama 1 tahun ke depan.

AKADEMISI MENULIS BUKU

Akademisi Menulis Buku (AMB) adalah sebuah program pengembangan literasi yang memfasilitasi akademisi Indonesia di dalam Ekosistem Nyalanesia untuk berkarya dan menerbitkan buku ber-ISBN, serta berkesempatan mendapatkan penghargaan dengan total hadiah puluhan juta rupiah.

EKOSISTEM
NYALANESIA

Artikel
Terkait

Literasi Menjadi Terapi di Masa Pandemi

Oleh: AW Priatmojo (Penulis, Co-founder Nyalanesia) Film Freedom Writers (2007) garapan Richard LaGravenese, mungkin bisa menjadi salah satu bukti betapa besar peranan pendidik dan literasi bagi pembangunan karakter siswa-siswinya. Film ini diangkat dari kisah nyata seorang guru bernama Erin Gruwell yang mengajar di suatu sekolah,

Daftar Pustaka: Tata Cara Penulisan

DAFTAR PUSTAKA-Dalam penulisan suatu karya ilmiah, kita dituntut untuk menyajikan informasi dengan disertai sumber yang benar. Tuntutan menyajikan informasi dengan sumber yang benar itulah yang membuat penulisan daftar pustaka dibutuhkan bahkan diwajibkan. Nah, dalam kiriman ini, akan dibahas tentang cara menulis sumber kutipan dan daftar

Etalase Hidup merupakan Puisi tentang seseorang yang menginginkan kebahagiaan hidup. Puisi ini juga adalah Karya Saras Aprillia, SMK Negeri 3 Denpasar. Siswa tersebut merupakan juara Festival Literas Denpasar 2021 Kategori Puisi Jenjang SMA/SMK

Etalase Hidup | Saras Aprillia

Anganku melambung tinggi Menembus batas ruang jagat raya Hingga aku terjatuh dalam bayang-bayang semu Sadarku telah hilang Bagai ditelan binatang jalan Entahlah … Masih adakah pengharapan dalam sisa penderitaan? Bunyi yang dahulu bising masih belum senyap Sakit yang aku tanggung dari kecil masih kekal tanpa

TRANSLATE?

EnglishBahasa Indonesia

TRANSLATE?

EnglishBahasa Indonesia
EnglishBahasa Indonesia