Kepala Badan Bahasa Sebut Literasi Cara Ampuh Tangkal Hoaks

Tanggal

PROGRAM NYALANESIA

PROGRAM
NYALANESIA

1. GSMB NASIONAL

Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) adalah sebuah program pengembangan literasi sekolah, yang memfasilitasi seluruh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat untuk dapat menerbitkan buku berISBN, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional dengan total hadiah jutaan rupiah.

2. SPL Nasional 2021

Sosialisator Program Literasi Nasional (SPL Nasional) adalah penggerak literasi nasional yang dibentuk, dilatih dan dikembangkan oleh Tim GMB-Indonesia

3. BANPELIP

Program BANPELIP berfokus untuk mendorong peningkatan kompetensi berliterasi melalui serangkaian program pelatihan dan sertifikasi, sekaligus mendorong produktivitas dan publikasi karya dengan fasilitas penerbitan buku selama 3 tahun.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Dadang Sunendar mengatakan, literasi menjadi satu cara yang ampuh untuk menangkal hoaks atau kabar bohong yang tersebar.

Dadang bahkan mengibaratkan literasi sebagai ilmu kebal.

“Anda yang tingkat literasinya sudah tinggi, ketika menerima berbagai informasi langsung secara otomatis bisa memfilter berita ini benar atau tidak,” kata Dadang dalam Festival Literasi Gerakan Menulis Buku Indonesia, di Graha Saba Buana, Surakarta, Selasa (6/11/2018).

“Saya menyarankan untuk melawan berbagai berita yang berseliweran, satu-satunya cara untuk meningkatkan tingkat literasi, tidak ada jalan lain,” ucap Dadang.

Dadang menyebutkan bahwa semua pengetahuan kita yang didapat dengan membaca akan mampu menangkal berbagai hoaks. Dia kemudian menceritakan pengalamannya saat diundang ke Jepang dan berbicara di hadapan guru-guru Bahasa Indonesia dan para peneliti tentang Indonesia se-Jepang.

Masyarakat Jepang tidak memiliki istilah atau padanan kata untuk menyebut istilah “hoaks” yang sering digunakan di Indonesia atau “hoax” di kalangan dunia barat.

“Masyarakat Jepang itu, jangankan melakukan hoaks, namanya saja belum ada. Artinya apa, kita harus meningkatkan literasi dengan membaca. Tingkat literasi seseorang dan bangsa ini menunjukkan tingkat peradaban bangsa kita di hadapan dunia,” kata Dadang.

Kiriman Menarik Lainnya:  Melawan Radikalisme dan Terorisme dengan Literasi

Orang Indonesia gemar “membaca”

Dadang tidak sependapat jika ada orang yang menyebut orang Indonesia malas membaca. Menurut dia, orang Indonesia sangat senang membaca bermacam informasi yang datangnya tidak hanya dari buku.

“Memang kita belum mengkategorikan bahwa membaca WA (WhatsApp) atau aplikasi lainnya itu sebagai bagian dari literasi. Tapi saya yakin, jika yang dibaca dalam WA merupakan sesuatu yang bermanfaat bagi kita, dan menambah pengetahuan, itu juga bagian dari kegiatan literasi,” tutur Dadang, bergurau.

Hal ini didukung dengan peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia yang meningkat tajam. Ada pula penelitian yang menyebutkan orang Indonesia hanya bisa meninggalkan ponselnya selama 7 menit.

“Literasi digital sudah tumbuh sedemikian pesatnya di Indonesia, sekarang tinggal bagaimana kita mengarahkan literasi ini ke arah yang seharusnya,” tutur Dadang.

Ranah pendidikan literasi

Agar mendapatkan hasil yang optimal, literasi penting untuk difokuskan di tiga lingkungan. Adapun tiga lingkungan itu mencakup lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat. Keluarga menjadi pintu gerbang pertama yang menentukan apakah seseorang sudah mendapatkan pengetahuan literasi atau tidak, yakni melalui contoh yang diberikan oleh orangtua.

Kiriman Menarik Lainnya:  Tips Menulis Puisi dari Para Penyair Besar Indonesia! (Bagian I)

“Sangat sulit seorang anak memiliki kebiasaan membaca, jika orangtuanya saja tidak pernah membaca,” kata Dadang.

Dadang menyebut, minimal dalam sebuah keluarga terdapat bacaan seperti surat kabar, majalah, buku-buku pengetahuan, kitab suci, dan sebagainya.

“Seorang anak pasti akan mengikuti apa yang dilakukan orangtuanya, saya yakin itu,” ucapnya.

Jika literasi di lingkungan keluarga sudah terbentuk, maka lingkungan selanjutnya seperti sekolah dan masyarakat hanya menjadi penguat saja. Namun, apabila belum terbentuk, literasi di tingkat sekolah menjadi andalan.

“Setiap sekolah pasti memiliki kegiatan literasi. Tidak mungkin ada sebuah diskusi tanpa ada membaca. Jadi sekolah menjadi benteng literasi kedua setelah keluarga,” ucap Dadang.

Terakhir, adalah literasi di masyarakat. Literasi ini bisa dilakukan oleh banyak pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, dan siapa pun anggota dalam masyarakat. Ketiga ranah literasi ini harus terjalin dengan baik agar literasi yang tertanam di masyarakat semakin kuat.

“Kita akan kesulitan dalam membangun bangsa apabila membaca untuk meningkatkan pengetahuan diri sendiri saja tidak dilakukan,” ujar Dadang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com
Penulis : Luthfia Ayu Azanella
Editor : Bayu Galih

Artikel
Terkait

GIVE AWAY BUKU “ANDY NOYA: KISAH HIDUPKU”

MENULIS KESAN MENJADI PENGGERAK LITERASI DAPATKAN 10 BUKU KARYA ANDY NOYA UNTUK 10 PENULIS TERPILIH Ketentuan dan alur mengikuti: Peserta adalah Penggerak Literasi (SPL Nasional dan Penggerak Literasi Daerah 2021) 2. Tulisan berisi mengenai kesan terpilih menjadi Penggerak Literasi, kesan bertemu dengan Andy Noya dan

Selengkapnya »

Mari Bergabung Bersama Nyalanesia

SOCIAL MEDIA OFFICER TUPOKSI1. Mengelola Sosial Media Perusahaan2. Membuat Konten Tulisan3. Mereview Konten Kiriman SYARAT1. Laki-laki/Perempuan usia 21-28 tahun.2. Domisili Karesidenan Solo.3. Tidak sedang menempuh pendidikan (kuliah).4. Berpengalaman mengelola sosial media atau membuat konten tulisan minimal 1 tahun.5. Pernah mempunyai pengalaman mengikuti organisasi (Di kampus/di

Selengkapnya »

Dekap

Tidak seberapa terang, ketika tarikan asap kehidupan berasumsi pada vibrasi senayan malam itu. Bayangan demi bayangan lewat dengan kertas bertuliskan “beli” ditenteng penuh gaya seakan ibu bapaknya pemilik seribu hektar tanah negara. Segerombol bapak di samping, demam membicarakan zaman. Berbicara perihal tidur dan pinggir jalan,

Selengkapnya »