Luar Biasa! Buku Setebal 11.300 Halaman, Jadi Kado Terindah untuk Indonesia di Hari Kemerdekaan

Tanggal

PROGRAM NYALANESIA

PROGRAM
NYALANESIA

1. GSMB NASIONAL

Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) adalah sebuah program pengembangan literasi sekolah, yang memfasilitasi seluruh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat untuk dapat menerbitkan buku berISBN, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional dengan total hadiah jutaan rupiah.

2. SPL Nasional 2021

Sosialisator Program Literasi Nasional (SPL Nasional) adalah penggerak literasi nasional yang dibentuk, dilatih dan dikembangkan oleh Tim GMB-Indonesia

3. BANPELIP

Program BANPELIP berfokus untuk mendorong peningkatan kompetensi berliterasi melalui serangkaian program pelatihan dan sertifikasi, sekaligus mendorong produktivitas dan publikasi karya dengan fasilitas penerbitan buku selama 3 tahun.

(Surakarta)-17 Agustus 2017, bersama 7.750 mahasiswa UNS, Gerakan Menulis Buku Indonesia memberikan kado terbaiknya untuk Indonesia. Pada perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 ini, Tim Gerakan Menulis Buku Indonesia bersama Universitas Sebelas Maret memecahkan Rekor MURI di bidang literasi.

Gelar Penulisan Antologi Resolusi Hidup dengan Penulis Terbanyak resmi dianugerahkan pihak MURI setelah menyaksikan secara langsung buku setebal 11.300 halaman yang dipamerkan di hadapan ribuan mahasiswa UNS. “Penulisan Buku Antologi Resolusi Hidup ini adalah bagian dari Gerakan Mahasiswa Cinta Indonesia. Ini adalah pencapaian yang luar biasa,” terang Ravik Karsidi selaku Rektor UNS.

Kiriman Menarik Lainnya:  AL KAHFI DAN KOREK YANG HILANG UNTUK KE-260 KALI

“Negara yang hebat adalah negara yang memiliki pejabat dan para profesional yang hebat pula. Dan pejabat serta para profesional yang hebat, lahir dari 7.750 pemuda yang menuliskan dengan jelas visi dan pengabdiannya dalam Antologi Resolusi Bakti Untuk Negeri ini. Rekor ini, kami persembahkan untuk mitra-mitra dan para penulis program Gerakan Menulis Buku Indonesia. Dan isi beserta perjuangan yang termaktub dalam buku ini, kami persembakan untuk para pahlawan kita, untuk Indonesia,” tutur Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia.

Kiriman Menarik Lainnya:  Tips Menulis Puisi dari Para Penyair Besar Indonesia! (Bagian I)

Selain buku setebal 11.300 halaman ini, Gerakan Menulis Buku Indonesia juga menerbitkan 73 buku Antologi Resolusi lainnya yang dapat dimiliki oleh masing-masing mahasiswa UNS.

“Kami yang berkumpul di sini adalah generasi muda yang akan menyalakan masa depan Indonesia. Buku ini adalah bukti, bahwa masih banyak pemuda Indonesia yang memiliki visi dan kecintaan yang besar untuk negeri kita tercinta. Mari kita berjuang bersama untuk menyalakan masa depan Indonesia,” pungkas Sapta Arif Nur Wahyudin, selaku Ketua Gerakan Menulis Buku Indonesia.

*Artikel ini pernah dimuat di Good News From Indonesia

Artikel
Terkait

daftar pustaka

Daftar Pustaka: Tata Cara Penulisan

DAFTAR PUSTAKA-Dalam penulisan suatu karya ilmiah, kita dituntut untuk menyajikan informasi dengan disertai sumber yang benar. Tuntutan menyajikan informasi dengan sumber yang benar itulah yang membuat penulisan daftar pustaka dibutuhkan bahkan diwajibkan. Nah, dalam kiriman ini, akan dibahas tentang cara menulis sumber kutipan dan daftar

Selengkapnya »

Mari Bergabung Bersama Nyalanesia

SOCIAL MEDIA OFFICER TUPOKSI1. Mengelola Sosial Media Perusahaan2. Membuat Konten Tulisan3. Mereview Konten Kiriman SYARAT1. Laki-laki/Perempuan usia 21-28 tahun.2. Domisili Karesidenan Solo.3. Tidak sedang menempuh pendidikan (kuliah).4. Berpengalaman mengelola sosial media atau membuat konten tulisan minimal 1 tahun.5. Pernah mempunyai pengalaman mengikuti organisasi (Di kampus/di

Selengkapnya »

Ibu Saya Romantis karena Memasak untuk Menghidupi Kesenangannya

Seorang ibu tak sepenuhnya memasak untuk keluarganya, melainkan kadang untuk menghidupi kreativitas, kesenangan batin, dan jasmaninya sendiri. Dan bagi saya itu sangat romantis. Dalam salatnya, ibu saya sering kepikiran soal dapur dan jemuran. Apalagi saat merasa lupa memberikan garam, mengecilkan api, atau tiba-tiba langit berubah

Selengkapnya »