BAGAIMANA CARA MENYISIHKAN WAKTU UNTUK MENULIS?

Tanggal

PROGRAM NYALANESIA

PROGRAM
NYALANESIA

1. GSMB NASIONAL

Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) adalah sebuah program pengembangan literasi sekolah, yang memfasilitasi seluruh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat untuk dapat menerbitkan buku berISBN, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional dengan total hadiah jutaan rupiah.

2. SPL Nasional 2021

Sosialisator Program Literasi Nasional (SPL Nasional) adalah penggerak literasi nasional yang dibentuk, dilatih dan dikembangkan oleh Tim GMB-Indonesia

3. BANPELIP

Program BANPELIP berfokus untuk mendorong peningkatan kompetensi berliterasi melalui serangkaian program pelatihan dan sertifikasi, sekaligus mendorong produktivitas dan publikasi karya dengan fasilitas penerbitan buku selama 3 tahun.

Suatu ketika, kita pasti pernah merasa begitu sulit menyisihkan waktu untuk menulis di tengah kesibukan kita yang menuntut mobilitas tinggi, serta di antara tugas-tugas kantor atau sekolah yang cukup membuat lelah. Lalu, bagaimana cara mengatasi masalah ini? Berikut ada beberapa tips yang terinspirasi dari Richard Schneider dalam bukunya “Bagaimana Menjadi Penulis yang Sukses?” terjemahan Wilson Nadeak.

  1. Pertama

Pertama dari segalanya, tentu memohonlah pada Tuhan Sang Maha Pemilik Waktu agar dapat membantu Kekawan. Memohonlah pada-Nya agar Kekawan dapat menyisihkan waktu untuk menulis setiap harinya.

      2. Kedua

Tetapkan waktu yang dapat anda gunakan untuk menulis, dan konsistenlah, berpegang teguh padanya. Mungkin Kekawan pernah mengalami, suatu kali sudah duduk berjam-jam di depan laptop, menanti inspirasi, dan akhirnya berakhir dengan belum menuliskan apapun di laptopnya. Cara terbaik ialah menulis saat ada buah pikiran muncul.

Lantas kapan waktu terbaik itu? Setiap orang memiliki waktu yang berbeda-beda. Apakah waktu terbaik Kekawan saat terbangun di malam hari, saat semua masih terlelap, di kesunyian itu Kekawan merasa lancar untuk menulis? Ataukah waktu Kekawan adalah saat siang hari, ketika tengah diserang rasa lapar yang luar biasa, sehingga di saat-saat seperti itu, kalian merasa ide-ide gila justru akan lebih banyak bermunculan? Apabila Kekawan sudah menemukan saat yang tepat, gunakanlah kesempatan itu dan latihlah diri kalian supaya tetap berpegang teguh dan setia pada waktu itu. Dan waktu-waktu yang lain, bisa digunakan untuk melakukan tanggung jawab Kekawan lainnya.

Kiriman Menarik Lainnya:  NOVEL- Metode “Snowflake” untuk Menulis Novel

     3. Ketiga

Berilah deadline setiap kali menulis. Mungkin kalian pernah merasa saat mengikuti lomba, ketika sudah begitu dekat dengan deadline, entah mengapa, kegiatan menulis bisa menjadi lebih lancar dan lebih cepat.

Kemudian berilah target pada diri sendiri. Tentukan dalam sehari Anda akan menulis berapa halaman (misal sehari 5 halaman), lalu patuhilah hal itu. Atau, bisa juga satu bab harus selesai dalam satu bulan, atau dua bulan. Anda bebas menentukan DL Anda sendiri, asal Anda berkomitmen mematuhinya. Dengan menetapkan DL kepada diri sendiri, secara tidak sadar Anda sudah menetapkan tujuan dalam berkarya. Tujuan membuat proses lebih terfokus.

Kiriman Menarik Lainnya:  KONSEPSI ENERGI: MENGUNGKAP INTI RAHASIA MERAIH KESUKSESAN ILLAHI

       4. Terakhir

Terakhir, dan yang paling penting dari semuanya, beberapa tips atau omong kosong saya di atas, dan juga termasuk semua kelas kepenulisan, workshop, atau bahkan seminar-seminar, TIDAK AKAN MEMBANTU dalam hal kepenulisan Kekawan. Saya katakan lagi itu TIDAK MEMBANTU jika Kekawan sendiri tidak benar-benar memiliki kecintaan, ketulusan, dan tekad yang kuat untuk menulis.

Banyak penulis terkenal yang membutuhkan waktu cukup lama─semenjak awal-awal berkarya─untuk menjadi terkenal. Pada intinya, perkara berkarya, semua hanya tergantung pada diri Kekawan masing-masing. Bukan pada waktu, dan juga bukan pada guru di kelas kepenulisan Anda.

Pada akhirnya, selamat berkarya! Kami tunggu karya-karya terbaiknya!

Oleh: A.W. Priatmojo

Ilustrasi: Karya desainer sampul Gerakan Menulis Buku Indonesia, A. Radityapramono. IG: @a.radityapramono

Artikel
Terkait

Mari Bergabung Bersama Nyalanesia

SOCIAL MEDIA OFFICER TUPOKSI1. Mengelola Sosial Media Perusahaan2. Membuat Konten Tulisan3. Mereview Konten Kiriman SYARAT1. Laki-laki/Perempuan usia 21-28 tahun.2. Domisili Karesidenan Solo.3. Tidak sedang menempuh pendidikan (kuliah).4. Berpengalaman mengelola sosial media atau membuat konten tulisan minimal 1 tahun.5. Pernah mempunyai pengalaman mengikuti organisasi (Di kampus/di

Selengkapnya »

GIVE AWAY BUKU “ANDY NOYA: KISAH HIDUPKU”

MENULIS KESAN MENJADI PENGGERAK LITERASI DAPATKAN 10 BUKU KARYA ANDY NOYA UNTUK 10 PENULIS TERPILIH Ketentuan dan alur mengikuti: Peserta adalah Penggerak Literasi (SPL Nasional dan Penggerak Literasi Daerah 2021) 2. Tulisan berisi mengenai kesan terpilih menjadi Penggerak Literasi, kesan bertemu dengan Andy Noya dan

Selengkapnya »