fbpx
EnglishBahasa Indonesia
Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan salah satu penelitian yang dilakukan pada lingkup pendidikan yang berorientasi pada penerapan tindakan. Hal ini mempunyai tujuan meningkatan mutu atau pemecahan masalah pada sekelompok subyek yang diteliti dan mengamati tingkat keberhasilan atau akibat tindakannya. Kemudian diberikan tindakan lanjutan yang bersifat penyempurnaan tindakan penelitian yang sistematis. Penyempurnaan itu dilakukan oleh peneliti (guru) dari mulai mencari latar belakang masalah, pemecahan masalah, penelitian, dan evaluasi. Proses ini dilakukan untuk memperbaiki proses belajar mengajar yang ada di dalam kelas sehingga bermanfaat meminimlisir masalah yang ada di dalam kelas.

A. Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1. Kritik Refleksi
Kelas refleksi ialah suatu upaya evaluasi, refleksi membutuhkan adanya kritik sehingga dimungkinkan pada taraf evaluasi dan tercipta perubahan-perubahan.
2. Kritik Dialektis
Kritik dialektis diharapkan peneliti bersedia melakukan kritik terhadap fenomena yang ditelitinya.
3. Kritik Kolaboratif
Dalam penelitian tindakan kelas (PTK) diperlukan hadirnya suatu kerjasama dengan pihak- pihak lain seperti atasan, sejawat atau kolega, mahasiswa, dan sebagainya.
4. Kritik Resiko
Peneliti diharapkan berani mengambil resiko, terutama pada waktu proses penelitian berlangsung. Resiko yang mungkin terjadi yaitu adanya tuntutan untuk melakukan suatu transformasi dan melesetnya hipotesis.
5. Kritik Susunan Jamak
Penelitian Tindakan Kelas memiliki struktur jamak karena penelitian ini memiliki bersifat dialektis, reflektif, partisipasitif dan kolaboratif.
6. Kritik Internalisasi Teori dan Praktek
Keberadaan antara teori dan praktik bukan merupakan dua dunia yang berlainan. Akan tetapi keduanya merupakan dua tahap yang berbeda, yang saling bergantung dan keduanya berfungsi untuk mendukung perubahan.

Kiriman Menarik Lainnya:  Resensi Buku-Contoh & Cara Penulisan

B. Tahapan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Ada empat tahapan Penelitian Tindakan Kelas yaitu:
1. Penyusunan rencana (planning)
Rencana tindakan ini mencakup semua langkah tindakan secara rinci. Segala keperluan pelaksanaan PTK, mulai dari materi/bahan ajar, rencana pengajaran yang mencakup metode/teknik mengajar, serta teknik atau instrumen observasi/evaluasi, dipersiapkan dengan matang pada tahap perencanaan ini.
2. Melakukan tindakan (acting)
Implementasi (pelaksanaan) dari semua rencana yang telah dibuat. Tahapan ini merupakan realisasi dari segala teori pendidikan dan teknik mengajar yang telah disiapkan sebelumnya.
3. Pengamatan (observing)
Kegiatan untuk mengumpulkan data atau pelaksanaan tindakan dan perencanaan yang sudah dibuat. Pada tahap ini juga mempertimbangkan jenis instrumen, dan triangulasi data.
4. Refleksi (reflecting)
Pada tahap ini dilakukan pemrosesan data yang sudah diperoleh yang nantinya dapat disimpulkan oleh peneliti.

Kiriman Menarik Lainnya:  SOLUSI REVOLUSIONER ATAS SUSAHNYA KENAIKAN PANGKAT BAGI PENDIDIK INDONESIA

C. Langkah-langkah Menyusun Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Dalam menyusun penelitian tindakan kelas mempunyai tedapat beberapa langkah-langkah sebagai berikut.
a. Pendahuluan
b. Penetapan Fokus Penelitian
1. Penetapan masalah
2. Identifikasi masalah
3. Analisis masalah
4. Perumusan masalah
c. Perencanaan Tindakan
d. Pelaksanaan Tindakan
e. Tahap Observasi dan Interpretasi
f. Tahap Analisis dan Refleksi
g. Penetapan Indikator Pencapaian
h. Perencanaan Tindakan Lanjutan

PROGRAM NYALANESIA

PROGRAM NYALANESIA

GSMB NASIONAL

Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) adalah sebuah program pengembangan literasi sekolah, yang memfasilitasi seluruh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat untuk dapat menerbitkan buku berISBN, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional dengan total hadiah jutaan rupiah.

BANPELIS

Program BANPELIS (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Sekolah) adalah sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi sekolah-sekolah untuk mengembangkan program literasinya selama 3 tahun kemitraan.

BANPELIP

Program Banpelip (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Pendidik) adalah sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi para pendidik Indonesia untuk mengembangkan karir dan kompetensi berliterasinya selama 1 tahun ke depan.

AKADEMISI MENULIS BUKU

Akademisi Menulis Buku (AMB) adalah sebuah program pengembangan literasi yang memfasilitasi akademisi Indonesia di dalam Ekosistem Nyalanesia untuk berkarya dan menerbitkan buku ber-ISBN, serta berkesempatan mendapatkan penghargaan dengan total hadiah puluhan juta rupiah.

PROGRAM NYALANESIA

GSMB NASIONAL

Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) adalah sebuah program pengembangan literasi sekolah, yang memfasilitasi seluruh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat untuk dapat menerbitkan buku berISBN, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional dengan total hadiah jutaan rupiah.

BANPELIS

Program BANPELIS (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Sekolah) adalah sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi sekolah-sekolah untuk mengembangkan program literasinya selama 3 tahun kemitraan.

BANPELIP

Program Banpelip (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Pendidik) adalah sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi para pendidik Indonesia untuk mengembangkan karir dan kompetensi berliterasinya selama 1 tahun ke depan.

AKADEMISI MENULIS BUKU

Akademisi Menulis Buku (AMB) adalah sebuah program pengembangan literasi yang memfasilitasi akademisi Indonesia di dalam Ekosistem Nyalanesia untuk berkarya dan menerbitkan buku ber-ISBN, serta berkesempatan mendapatkan penghargaan dengan total hadiah puluhan juta rupiah.

EKOSISTEM
NYALANESIA

Artikel
Terkait

Selamat datang di Media: Nyalanesia

Rumah Apresiasi dan jurnal digital pengembangan literasi dan pendidikan yang dibentuk oleh Nyalanesia.Adapun tujuan dibentuknya Media dari Nyalanesia ini adalah: Mewujudkan rujukan aktual bidang pendidikan, literasi, dan sastra Indonesia. Menciptakan interaksi dalam bentuk apresiasi karya tulis program Nyalanesia. Mewujudkan ekosistem baca dan tulis bagi siapa

Ibu Saya Romantis karena Memasak untuk Menghidupi Kesenangannya

Seorang ibu tak sepenuhnya memasak untuk keluarganya, melainkan kadang untuk menghidupi kreativitas, kesenangan batin, dan jasmaninya sendiri. Dan bagi saya itu sangat romantis. Dalam salatnya, ibu saya sering kepikiran soal dapur dan jemuran. Apalagi saat merasa lupa memberikan garam, mengecilkan api, atau tiba-tiba langit berubah

Inilah Indikator Literasi Digital di Sekolah

Disarikan dari Buku Materi Pendukung Literasi Digital dari Gerakan Literasi Nasional, Kemendikbud RI. Literasi Digital merupakan salah satu dari enam literasi dasar yang perlu dikuasai, dan masuk dalam program Gerakan Literasi Nasional (GLN) dari Kemendikbud RI. Literasi digital penting untuk dikuasai karena seperti tertulis dalam

TRANSLATE?

EnglishBahasa Indonesia

TRANSLATE?

EnglishBahasa Indonesia
EnglishBahasa Indonesia