RATUSAN PENDIDIK INI SEOLAH-OLAH BERKATA: INDONESIA TIDAK AKAN BUBAR PADA TAHUN 2030! BAGAIMANA MENURUT ANDA?

Tanggal

PROGRAM NYALANESIA

PROGRAM
NYALANESIA

1. GSMB NASIONAL

Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) adalah sebuah program pengembangan literasi sekolah, yang memfasilitasi seluruh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat untuk dapat menerbitkan buku berISBN, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional dengan total hadiah jutaan rupiah.

2. SPL Nasional 2021

Sosialisator Program Literasi Nasional (SPL Nasional) adalah penggerak literasi nasional yang dibentuk, dilatih dan dikembangkan oleh Tim GMB-Indonesia

3. BANPELIP

Program BANPELIP berfokus untuk mendorong peningkatan kompetensi berliterasi melalui serangkaian program pelatihan dan sertifikasi, sekaligus mendorong produktivitas dan publikasi karya dengan fasilitas penerbitan buku selama 3 tahun.

APAKAH INDONESIA BUBAR 2030?

Apakah Anda sudah tahu istilah Bonus Demografi? Tentu sudah kan? Bonus Demografi adalah saat dimana suatu negara memiliki penduduk dengan jumlah usia produktif yang jauh lebih banyak dari penduduk non-produktif. Menurut beberapa pakar, Bonus Demografi hanya dialami suatu negara sebanyak satu kali dalam sepanjang masa. Dan itu, akan terjadi di Indonesia di kisaran periode tahun 2020 hingga 2030 yang menjadi puncaknya.

Bayangkan, ketika 70% penduduk Indonesia berisi anak-anak muda dan dewasa berusia 15-45 tahun. Betapa ini akan menjadi sebuah anugerah yang luar biasa dalam upaya pembangunan bangsa. Peningkatan penduduk produktif menjadi 70% itu, berarti akan lebih banyak manusia-manusia Indonesia yang MELAKUKAN DAN MENGHASILKAN SESUATU yang berdampak besar bagi perkembangan Indonesia.

Jika yang dilakukan dan dihasilkan positif, maka kemajuan Indonesia yang luar biasa adalah yang menjadi ganjarannya. Sebagaimana optimisme yang disampaikan Presiden Joko Widodo. Namun, jika yang dilakukan dan dihasilkan adalah sebaliknya, maka problematika besar hingga potensi ‘hancurnya’ Indonesia, bisa saja terjadi sebagaimana yang dikhawatirkan Prabowo Subianto. Kita harus secara seksama dan bersama-sama memperhatikan apa yang diperingatkan oleh Pak Prabowo, sekaligus bahu-membahu mewujudkan optimisme yang ditanamkan Presiden Joko Widodo. Dengan fenomena Bonus Demografi ini, kita akan mengikuti jejak keberhasilan China dan Korea Selatan dalam memanfaatkan Bonus Demografi. Tidak seperti Afrika Selatan dan Brazil, yang dinilai gagal dalam memanfaatkannya, hingga semakin terpuruk sampai hari ini.

Untuk menghadapi bonus demografi Indonesia, maka kita harus menyiapkan Generasi Muda kita dengan sebaik-baiknya. Pendidikan saat ini tentu menjadi salah satu yang diharapkan mampu menyiapkan Generasi Emas Indonesia itu.

Kiriman Menarik Lainnya:  Soul of Lonely

Kami percaya, setiap Pendidik di Indonesia sepakat dan ikut dalam upaya menyiapkan generasi emas Indonesia. Beberapa di antaranya dengan cara meningkatkan minat belajar, kompetensi, produktivitas karya dan gagasan, serta kepedulian pada bangsa melalui penanaman budaya literasi (membaca, berpikir dan menulis) pada masyarakat Indonesia. Kami percaya, Bapak/Ibu Pendidik di Indonesia memiliki semangat dan gairah untuk mengembangkan diri, berkarya dan memberi inspirasi pada anak didiknya.

Belum genap satu bulan setelah peluncuran program Adi Acarya Award 2018, sudah ada RATUSAN Pendidik yang mendaftarkan naskahnya dalam program ini. Kita patut bersyukur dan berbahagia, ini membuktikan bahwa Pendidik Indonesia adalah sosok-sosok yang memiliki semangat dan gairah dalam mengembangkan diri, berkarya, dan berprestasi!

Dalam program ini, ratusan Pendidik dari penjuru Indonesia tengah berlomba-lomba untuk berkarya dan menerbitkan naskahnya menjadi buku berstandar Nasional. Program ini diharapkan dapat membangkitkan semangat para Pendidik di Indonesia untuk berkarya dan mengembangkan diri. Dan optimisme kami itu terbukti setelah melihat animo yang luar biasa dari para Pendidik Indonesia pada program ini.

Jika sudah seperti ini, tentu kita wajar saja untuk yakin pada dunia pendidikan Indonesia, yakin pada nyala generasi muda kita di masa depan nantinya, serta yakin bahwa Indonesia akan berjaya pada tahun 2030 nantinya. Pendidik yang memiliki semangat dalam berkarya, semangat dalam meningkatkan kompetensinya, adalah teladan yang tepat bagi generasi muda Indonesia. Adalah alasan kenapa Indonesia akan semakin berjaya.

Maka, persiapkan diri Anda, kita songsong masa depan Indonesia yang lebih menyala!

___________________

Dan berikut adalah beberapa TANGGAPAN dari para Pendidik di Indonesia terkait program ini:

• “Program dari Gerakan Menulis Buku Indonesia ini merupakan program yang bagus untuk menginspirasi bagi anak didik, untuk generasi penerus bangsa, melalui tulisan.” – Widia Wahyuni, Guru Mapel (Samarinda)

Kiriman Menarik Lainnya:  Literasi Menjadi Terapi di Masa Pandemi

• “Program Gerakan Menulis Buku Indonesia ini sangat bagus untuk meningkatkan daya kreativitas guru.” – Dian Mayasari, Guru (Papua)

• “Gerakan ini sangat membantu guru dalam menerbitkan karyanya dan menambah motivasi menulis dengan berbagai kemudahan. Gerakan ini menjadi salah satu alternatif cerdas dalam menumbuhkembangkan literasi di indonesia.” –Nining Mariyaninhsih, S. Pd, M. Pd, Guru akuntansi (Salatiga)

• “Program dari Gerakan Menulis Buku Indonesia ini membakar semangat untuk gemar menulis.” -Diah Mertianti Talkah, S. Ag, Kepala Sekolah (Kepulauan Anambas)

• “Gerakan Menulis Buku Indonesia membuat motivasi saya untuk menulis kembali bangkit.” -Istainuu latifah, Guru (Lampung)

• “Salah satu kendala yang dihadapi guru dalam menulis buku adalah menerbitkan buku. Program ini menjadi solusi menarik.” -Hendro Martono, Guru (Temanggung)

• “Luar biasa! Kegiatan ini menjadi solusi bagi guru yang ingin menerbitkan karya tetapi terbatas untuk mengurus sendiri segala sesuatunya. Kegiatan ini juga memotivasi untuk menulis dengan jangka waktu yang sudah ditentukan, terlebih ada penghargaan khusus bagi 30 karya terbaik.” – Erma Mardiyyah, Guru Muda (Bandung)

• “Program Gerakan Menulis Buku Indonesia ini merupakan langkah nyata untuk pengembangan literasi di Indonesia.” – Subagiyo, Guru (Tulungagung)

Untuk ikut memanfaatkan program dan mengetahui info selengkapnya, klik: www.adiacaryaaward.com

____________________________________
BANPELIP
Program Penerbitan Buku Gratis Nasional untuk Guru & Dosen
Gerakan Menulis Buku Indonesia
Balai Bahasa Jawa Tengah
Gerakan Literasi Nasional

Artikel
Terkait

Dekap

Tidak seberapa terang, ketika tarikan asap kehidupan berasumsi pada vibrasi senayan malam itu. Bayangan demi bayangan lewat dengan kertas bertuliskan “beli” ditenteng penuh gaya seakan ibu bapaknya pemilik seribu hektar tanah negara. Segerombol bapak di samping, demam membicarakan zaman. Berbicara perihal tidur dan pinggir jalan,

Selengkapnya »

Mari Bergabung Bersama Nyalanesia

SOCIAL MEDIA OFFICER TUPOKSI1. Mengelola Sosial Media Perusahaan2. Membuat Konten Tulisan3. Mereview Konten Kiriman SYARAT1. Laki-laki/Perempuan usia 21-28 tahun.2. Domisili Karesidenan Solo.3. Tidak sedang menempuh pendidikan (kuliah).4. Berpengalaman mengelola sosial media atau membuat konten tulisan minimal 1 tahun.5. Pernah mempunyai pengalaman mengikuti organisasi (Di kampus/di

Selengkapnya »

Selamat Datang di Nyalanesia. Selamat Datang di Masa Depan yang Menyala

Halo, Penyala… 2016-2021. 5 Tahun. Terima kasih banyak atas segenap dukungan yang diberikan kepada GMB-Indonesia selama 5 tahun ini. Kiriman Menarik Lainnya:  Mari Bergabung Bersama NyalanesiaSelamat datang di Nyalanesia. Selamat datang di masa depan yang menyala. Kiriman Menarik Lainnya:  Resensi Buku-Contoh & Cara PenulisanSalam #NyalakanMasaDepan

Selengkapnya »